yay!

Selasa, 18 Desember 2012

TUGAS UAS


New , Different, and Focus to student.
Why Not? 

Tugas merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan seorang individu. Jika seorang individu mengganggap bahwa tugas yang diberikan merupakan suatu tantangan positif, maka hal itu akan menimbulkan kepuasan. Kepuasan merupakan cara pandang positif dari segi emosional  individu mengenai tugas ataupun pekerjaan mereka.
Menurut Robbins ada empat variabel yang berkaitan dengan kerja yang menentukan atau mendorong kepuasan:
1)     Kerja atau tugas yang secara mental menantang; tugas yang memberikan kesempatan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan serta  menawarkan beragam kebebasan dan umpan balik mengenai seberapa baik hasil pekerjaannya.
2)    Ganjaran yang pantas
3)     Kondisi kerja yang mendukung; kenyamanan pribadi atau faktor-faktor lingkungan.
4)    Rekan sekerja yang mendukung; kebutuhan interaksi sosial, perilaku atasan dan minat pribadi.

Menurut saya, tugas-tugas yang diberikan pada mata kuliah psikologi belajar ini begitu menarik dan menantang. Sesuai dengan teori robbins, saya betu-berul merasakan kepuasan kerja. Mengapa?

ü   Pertama, karena tugas-tugas mata kuliah ini selalu baru sehingga menuntut saya untuk menggunakan keterampilan yang saya miliki dan kebebasan berkreasi, serta umpan balik yang diberikan oleh dosen pengampu, IBU DINA. Terkadang sesuatu yang barulah yang mengajarkan kita bagaimana cara berkreasi. Berbeda dengan mata kuliah lain yang pemberian tugasnya dari tahun ke tahun tidak berbeda jauh, sehingga terkadang menimbulkan kejenuhan. Hal itu juga yang memicu PLAGIARISM. Mengapa? Karena tugas relatif sama terus menerus maka mahasiswa-mahasiswa yang baru dengan gampang mendapat akses untuk tugas yang akan diberikan kepada mereka, lewat senior contohnya.

ü   Kedua, tugas tugas dimata kuliah psikologi belajar menuntut komitmen dan disiplin yang tinggi. Dimana setiap tugas yang diberikan, sudah ada ketentuan batas waktu pengumpulannya. Tugas-tugas yang diberikan juga menuntut kedisiplininan kita, karena jika tugas belum dikerjakan/diposting sampai pada waktu yang telah ditetapkan maka kita tidak akan mendapatkan nilai. Setiap tugas yang diberikan, jika kita mengerjakan nya dengan sungguh-sungguh maka kita akan mendapat nilai yang pantas sesuai dengan usaha kita. Hal itu sesuai dengan teori yang juga telah kita pelajari di psikologi belajar yaitu teori REWARD dan PUNISHMENT

ü   Ketiga, tugas-tugas psikologi belajar menurut saya begitu memberikan kenyamanan pribadi. Mengapa? Tugas-tugas nya menurut saya tidak terlalu membebani seperti mata kuliah lain. Tugas-tugasnya pun cukup memberi kebebasan berfikir bagi saya, saya menuangkan apa yang memang ada difikiran saya dan menggabungkan nya dengan teori yang ada. Pengumpulan tugas juga tidak berbentuk hard-copy , secara tidak langsung kita mengurangi global warming dengan meminimalisir penggunaan kertas 

ü   Keempat, pada mata kuliah psikologi belajar pun, ada pembagian kelompok, sama dengan mata kuliah lain. Saya senang bekerja dengan kelompok. Apalagi dengan orang baru . kelompok saya adalah kak Beby 08 dan Juli 09. Saya senang telah melewati 1 semester bekerja sama dengan mereka yang begitu kooperatif. Interaksi sosial juga nampak pada kelompok kami, kami menjadi akrab dan dari yang awalnya saya hanya mengenal kak beby sebagai senior, sekarang berubah menjadi teman. Saya senang karena dengan tugas kelompok pada mata kuliah psikologi belajar ini, kebutuhan psikologis saya yaitu afeksi dan afiliasi bisa terpenuhi. Jadi, adanya tugas kelompok ataupun individu tidak memberatkan saya karna saya mempunyai rekan-rekan kerja yang mendukung. Juga tidak ketinggalan dosen pengampu (Ibu dina) , Komting (deasy anggraini) serta wakomting (ichsan) yang memberikan banyak kemudahan pada saya dan teman-teman lain karena selalu up-to—date tentang informasi mata kuliah psikologi belajar ini


Tugas mata kuliah psikologi belajar menurut saya menawarkan berbagai macam kemudahan, yang mungkin tidak kita dapatkan dari mata kuliah lain. APA ITU?
1.    Pemberian tugas yang berfokus pada mahasiswa dimana terkadang mahasiswa diminta memberi saran tentang tugas apa yang menarik untuk dikerjakan.

2.    Durasi pengumpulan tugas yang begitu meberikan banyak waktu untuk saya dalam mengerjakannya sehingga tidak mendesak dan membebani saya.

3.    Cara pengumpulan tugas yaitu dengan social media yaitu blog . Ini merupakan hal baru yang saya rasa terkadang cocok untuk mata kuliah lain. Karena lumayan menghemat kertas, kan harus dimulai dari hal kecil

4.    Sistem belajar student-centered

5.    Pemilihan chapter berdasarkan hasil voting mahasiswa. Mata kuliah mana lagi yang menawarkan hal seperti ini ?

6.    UTS yang ‘seharusnya’ menarik jika di role play kan hehe

7.    Dosen pengampu yang begitu up-to-date sehingga tidak ada kebingungan antara kapan pengumpulan tugas, jam berapa masuk jika diundur, dan segala hal lainnya yang berhubungan dengan mata kuliah psikologi belajar. Karena mata kuliah ini mempunyai akun social media tersendiri yaitu Grup facebook psikologi belajar. Lagi-lagi tidak ada mata kuliah yang menawarkan hal seperti ini bukan? Hehe

8.    Chapter yang akan dipelajari dipilih berdasarkan hasil diskusi mahasiswa.

Masih banyak lagi hal-hal yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah psikologi belajar ini. Oleh karena itu, bukanlah penyesalan melainkan kepuasan yang saya dapatkan karena telah mencantumkan mata kuliah psikologi belajar ini diKRS saya semester ini
Hal-hal yang baru dan berbeda lebih menarik dibanding dengan hal-hal yang sudah dilakukan terus-menerus . Hal yang baru juga membuat proses asimilisi dan akomodasi terjadi pada kognitif kita. Sesuai yang dikatakan oleh teori PIAGET  Asimilasi terjadi jika kita menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada dan Akomodasi adalah penyesuaian yang melibatkan pengubahan skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali.
Proses asimilasi pada kognitif terjadi ketika saya mendapat contoh-contoh real dari teori yang sudah saya ketahui sebelumnya. Contoh-contoh yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Proses akomodasi sendiri terjadi ketika informasi-informasi baru yang saya dapatkan, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Mungkin pada waktu sebelum mengambil mata kuliah psikologi belajar masih banyak yang tidak tahu cara menggunakan blog menjadi tahu dan dari yang sedikit tahu menjadi betul-betul tahu.
Tugas-tugas mata kuliah psikologi belajar adalah serangkaian bukti nyata dari teori yang ada pada kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya letak perbedaan mendasar dengan mata kuliah lain adalah tugas mata kuliah lain hanya membahas teori dan kasus yang cenderung tidak terfokus pada kasus individu tersebut, sedangkan tugas mata kuliah psikologi belajar secara tidak langsung menyadarkan kita bahwa theory does exist in ourself . Bahwa teori yang ada memang teraplikasi dalam hidup kita pribadi lepas pribadi.
Akhir kata, saya merasa senang dan tidak merasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan selama saya mengambil mata kuliah psikologi belajar ini J Terimakasih banyak kepada Ibu dina selaku dosen pengampu mata kuliah ini yang banyak mengajarkan saya hal-hal baru. Terimakasih, ibu



Minggu, 09 Desember 2012

A day to remember! OBSERVATION at SMK TRITECH INFORMATIKA jln Bhayangkari, Krakatau Medan


 OBSERVATION at SMK TRITECH INFORMATIKA

Nama observer                        : Serefhy Meilani Silaen
NIM Observasi                        : 09301081
Kelas yang di Observasi           : X-5
Mata Pelajaran                        : Matematika
Nama Guru yang mengajar      : Fitriani
Waktu Observasi                     : 11.44 - 12.14
Durasi observasi                      : 30 Menit
Jumlah siswa dalam kelas         : 22 orang

Media pembelajaran yang digunakan Guru : laptop, TV layar datar sebagai infokus.
Media pembelajaran yang digunakan siswa : laptop, alat tulis

        Situasi fisik kelas        : Ruangan ukuran ±80x80cm, Ac ,kipas angin, jam dinding, lampu dan buffet untuk penyimpanan tas, kursi bermeja ,whiteboard
 Alat observasi  yang digunakan : Alat tulis, notes

Tabel 5.2 sebagai panduan observasi
Kategori
Belajar

Kapabilitas

Penampilan
Keterangan
observasi
Informasi verbal
Pengambilan informasi yang tersimpan (fakta,label,diskursus)
Menyatakan/mengomunikasikan informasi tersebut dengan berbagai cara
Informasi verbal siswa terlihat baik dari cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi
Keterampilan intelektual
Operasi mental yang memungkinkan seseorang untuk merespons konseptualisasi lingkungan
Berinteraksi dengan lingkungan tersebut dengan menggunakan simbol
Siswa dapat beradaptasi dengan sistem belajar kelas
Respon siswa kurang antusias terhadap mata pelajaran yg sedang diberikan
Strategi kognitif
Proses kontrol pelaksana yang mengatur pemikiran dan belajar dari pemelajar
Mengelola ingatan, pemikiran dan pemelajaran seseorang secara efisien
1.Guru sebagai pelaksana sistem belajar pada saat itu sedang memberikan soal sebagai stimulus agar ingatan mereka tentang pelajaran tersebut tidak hilang begitu saja.
2.Strategi kognitif ini diberikan dari sudut pandang pengajar yaitu guru.
Keterampilan motorik
Kapabilitas dan ‘rencana eksekutif’ untuk melakukan sekuensi gerakan fisik
Mendemonstrasikan urutan fisik atau tindakan
Keterampilan motorik tidak terlihat maksimal dikarenakan mata pelajar yang tidak begitu menuntut keterampilan motorik
Sikap
Predisposisi ke tindakan positif atau negatif terhadap orang, objek atau peristiwa
Memilih tindakan personal terhadap atau menjauh dari objek, peristiwa atau orang
Berdasarkan observasi dari mimik wajah,gesture dan hal lainnya,sikap siswa pada saat proses belajar tidak begitu antusias.

Tabel 5.4 sebagai tabel analisis hasil observasi
Tipe kapabilitas
Deskripsi
Hasil Analisis
Belajar diskriminasi
Merespons secara berbeda pada karakteristik yang membedakan objek, seperti bentuk, ukuran,warna
Belajar diskriminasi pada siswa pada saat itu tidak terlalu terlihat mengingat situasi kelas saat itu hanya mencatat soal untuk dikerjakan dirumah
Belajar konsep / konsep konkret
Mengidentifikasi objek atau kegiatan sebagai anggota dari satu kelompok konsep, belajar melalui pertemuan langsung dengan contoh konkret
Belajar konsep dapat dilihat dari pelajaran dengan topik berbeda yang diberikan guru pada hari itu dan diberikan tugas sebagai penguat ingatan akan konsep mata pelajaran tersebut
Konsep yang diidentifikasikan
Belajar aturan klasifikasi (konsepnya adalah abstrak; tidak ada contoh konkret)
Konsep yang diidentifikasikan jelas tampak pada proses belajar pada siswa saat itu dimana mereka mencatat soal sebagai latihan dari pelajaran yang mereka pelajari. Pelajaran yang mereka pelajari adalah matematika , yang juga merupakan contoh konsep abstrak dari belajar.
Belajar aturan
Merespons satu kelompok situasi dengan kelompok kinerja yang merepresentasikan kaitan
Belajar aturan mungkin terlihat dari cara mereka beradaptasi dengan pelajaran yang berbeda beda dan cara mengaplikasikan beberapa mata pelajaran pada kehidupan sehari hari, cuman pada saat itu hal ini kurang tampak
Belajar kaidah yang lebih tinggi
Memilih aturan subordinat dari ingatan untuk memecahkan masalah dan mengaplikasikannya pada urutan yang tepat
Belajar kaidah yang lebih tinggi terlihat walaupun abstrak karena untuk mengerjakan soal tersebut pasti mereka menggunakan ingatan mereka dan soal soal tersebut lebih rumit dari soal soal mata pelajaran sebelumnya oleh karena itu dibutuhkan keterampilan memecahkan masalah.


Kelebihan observasi :
1.    Keterbukaan sekolah dengan tulus menerima dan memberikan waktu dan kesempatan bagi para observer
2.    Sekolah yang cukup baik dengan bantuan kerjasama yang kondusif sehingga memudahkan proses observasi
3.    Observasi berjalan naturan dan memperkecil bias

Kekurangan observasi :
1.    Letak sekolah yang berada jauh dari lingkungan kampus sehingga membutuhkan waktu yang lama diperjalanan yang membuat rasa antusias sedikit berkurang
2.    Sekolah sedang dalam masa pembangunan sehingga kurang sedap dipandang mata
3.    Kurangnya durasi observasi
4.    Pada saat tiba, kelas sudah mau bubar